Koordinasi Sarpras: Wujudkan Layanan Kampus Lebih Baik

Warek II UDN Pimpin Rakor Sarpras: Wujudkan Layanan Kampus Lebih Baik

UDN – Wakil Rektor II Bidang Keuangan, SDM, dan Sarana Prasarana Universitas Darunnajah (UDN), Dr. Samiyono, M.Pd., memimpin rapat koordinasi strategis bersama Biro Sarana dan Prasarana serta para Sekretaris Fakultas pada Kamis kemarin. Pertemuan ini menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kualitas layanan infrastruktur kampus yang tersebar di tiga lokasi.

UDN saat ini memiliki tiga gedung, Kampus A Gedung Abu Bakar untuk Fakultas Sains dan Teknologi, Kampus B Gedung Sanggit untuk Fakultas Agama Islam, dan Kampus C Gedung Abdul Manaf Mukhayyar untuk Fakultas Bisnis. Letak kampus yang terpisah ini menjadikan koordinasi pengelolaan sarana prasarana sebagai tantangan tersendiri yang membutuhkan perhatian serius.

“Saya mengumpulkan Bapak/Ibu hari ini karena sarana prasarana adalah jantung operasional kampus kita. Tanpa koordinasi yang baik, kita akan kesulitan memberikan layanan terbaik bagi mahasiswa dan dosen,” ungkap Dr. Samiyono dalam pembukaan rapat.

Rapat membahas empat poin krusial yang menjadi prioritas ke depan. Pertama, pentingnya pemeliharaan sarana prasarana yang sudah ada. Banyak fasilitas kampus mengalami penurunan kondisi akibat kurangnya perawatan berkala. Sistem pemeliharaan yang terstruktur dan terjadwal menjadi kebutuhan mendesak.

Kedua, pendataan sarana di setiap fakultas. Selama ini, data inventaris di tiga gedung kampus belum terdokumentasi secara komprehensif. Hal ini menyulitkan perencanaan pengadaan dan distribusi aset secara efektif.

“Sarana dan prasarana yang memadai adalah penunjang utama proses pembelajaran. Namun memiliki fasilitas lengkap saja tidak cukup. Kita harus memastikan semua terpelihara dengan baik agar berfungsi optimal,” jelas Andi Ajis, M.Pd., Kepala Biro Sarpras UDN.

Ketiga, digitalisasi inventaris sarana. Biro Sarpras merencanakan sistem informasi manajemen aset terintegrasi yang memungkinkan pencatatan dan pemantauan kondisi sarana prasarana secara real-time di ketiga kampus. Dengan digitalisasi, koordinasi antar kampus dapat berjalan lebih efisien dan pengajuan perbaikan menjadi lebih cepat serta transparan.

“Setiap fakultas akan memiliki akses untuk mendata dan memantau kondisi sarana prasarana mereka secara online. Ini sangat membantu pengambilan keputusan dan akuntabilitas,” ujar andi.

Keempat, penetapan alur penanggung jawab sarana prasarana. Selama ini masih terdapat kekaburan dalam mekanisme pertanggungjawaban ketika terjadi kerusakan atau kehilangan aset. Rapat menghasilkan kesepakatan menyusun Standard Operating Procedure (SOP) yang jelas tentang siapa yang bertanggung jawab atas pemeliharaan, penggunaan, dan pengawasan setiap jenis sarana prasarana.

Kehadiran para Sekretaris Fakultas menunjukkan komitmen Warek II melibatkan seluruh pemangku kepentingan dalam pengambilan keputusan. Dengan menghadirkan perwakilan fakultas secara langsung, kebutuhan spesifik masing-masing unit dapat terakomodasi lebih baik.

“Sarana prasarana bukan hanya tanggung jawab Biro Sarpras, tetapi tanggung jawab bersama seluruh civitas akademika. Dengan sistem yang baik dan koordinasi kuat, kita dapat memberikan lingkungan belajar yang nyaman dan kondusif,” tegas Dr. Samiyono dalam penutupan rapat.

Rapat koordinasi ini diharapkan menjadi langkah awal pembenahan infrastruktur kampus yang berkelanjutan. Dengan roadmap yang telah disepakati, UDN optimis dapat meningkatkan kualitas layanan sarana prasarana yang lebih responsif, terukur, dan akuntabel demi mendukung visi universitas sebagai lembaga pendidikan tinggi yang unggul dan terpercaya.

-Hakimnur-

Bagikan:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *